Senin, 30 November 2009

Catatan alam bawah sadar ku

Tiupan lirih angin malam ini serasa membelai ku dalam kesunyian.

Alunan merdu suara Muse melambungkan anganku akan seseorang.


Betapa masih kini kurasa cabikan lara yg tiada tertahan dan semakin perih menyayat rasa d dada.
Namunku tiada pernah bs mengembalikan masa-laluku pada kini ataupun esok ku kelak.

Aku hanya bisa mengingat,mengenangkan dan menyimpannya sebagai kisah yg mungkin akan ku abadikan menjadi sebuah catatan d alam bawah sadarku.
Dengan begitu,sewaktu-waktu ku bisa menengok dan membacanya kembali.

Aku tak akan pernah rela se-huruf dari catatan itu terhapus oleh lapuknya usia ku di akan datang.


Karna darinya pun ku akan teringat untuk tidak mengulang kesalahan yg sama di esok-ku.
Dan karena-nya pula akan ku belajar untuk lebih bisa menghargai perasaan orang yg ber-pengharap padaku.
Betapa tidak ku pun kehilangan apa yg telah menjadi sebagian dari hidupku.


terik yang telah merampas peluhku,malam yang dengan arogan merenggut pagi ku,pula waktu yang menggerogoti usiaku,......hanya sanggup ku biarkan berlalu tanpa menyisakan apa yang bisa ku kecap dan ku rasa.


Adakah kini ku berduka,gulana,meronta.....
Sungguh pun kutak tahu dengan apa melukiskannya semua itu.
Namun sedikit damaiku tak kan kubiarkan meninggalkanku,karna ku hanya butuh itu.

Minggu, 13 September 2009

akulah aku

 terkadang tanpa sadarku telah menyakiti hati seseorang,meski aku benar2 tak sengaja.
hanya mementingkan kebutuhan sendiri tanpa melihat bagaimana reaksi orang lain.
yah,..itu lah.
aku hanya manusia biasa yg tak bisa sempurna.
dan aku hanya bisa berusaha semampuku untuk mnyembunyikan semua sedihku.


maaf,..........jika ada yg terluka atas semua ulahku.
maaf,......bila harus terjadi apa yg tidak di inginkan,karna aku bukan sang penentu dari apa 
yg telah di rencanakan. 

tolong lihat aku sebagai manusia biasa dan bukan setengah dewa.
karna itu lah aku,dan bukan siapa2 untuk mu.




 jika nanti kan terulang kesempatan yg sama,dg resiko yg sama pula.
mgkin aku bisa lebih berhati2 dalam bersikap,atas pelajaran yg telah ku dapat.

karna aku masih punya fikiran untuk berfikir,.........

dan aku masih punya perasaan untuk merasa.
itu lah aku,....
tercipta sebagai manusia berbekal akal fikiran dan perasaan seperti manusia seutuhnya,
dan bukan sebagai dewa.




setiap saat ku bisa berbuat kesalahan,dan setiap saat pula kubisa berbuat kebenaran.
namun tidak setiap saat ku bisa meminta maaf,karna aku tak tahu siapa kah sang pemaaf itu.
dengan kebaikanku pula tak pernah kuharapkan pahala ats itu,karna aku tak tahu dimanakah pahala itu dapat kuambil dan ku bawa pulang.
aku hanya bisa berjalan apa adanya,dan merasa apa adanya pula.
mungkin lebih baikku begini,karna takkan ada orang lagi yg merasa dirugikan.
dan akupun takkan berbuat kesalahan lagi pada seseorang.


 semuanya tentangku,dan semuanya yg ada padaku aku serahkan pada sang penciptaku.
apa yg akan terjadi padaku,biarlah menjadi rahasia yg telah menuliskan nasibku.
tiada inginku untuk berusaha mencari tahu apa yg akan terjadi dan apa yg sedang terjadi padaku.
karena itu lebih baik untukku,dan untuk kedamaianku.
tak pernah ku harapkan terjadinya perpecahan dan kesalahpahaman,karena itu bukan tujuanku di dunia ini.
bukan pula menyampaikan misi perdamaiann dari timur,karena aku bukanlah seorang duta.




jangan kau lihat aku selain sebagai manusia biasa,karena aku hanya itu.
maka salah jika kau sebut akulah dewa penolongmu,karena aku bukan itu.
dan sekali lagi tolonglah lihat dan katakan bahwa aku hanya manusia biasa,karena itulah aku.


tanpamu mungkin aku masih sanggup berdiri,karena aku masih punya mata untuk melihat sesuatu yg bisa membuatku merasa terhibur.dan tanpa aku,aku yakkin kamu akan lebih bisa mersakan bahagiamu.karena tidak harus beragi bahagiamu dg ku.kamu punya segalanya yg kamu cari,sedang aku hanya punya organ tubuh yg hannya bisa bermanfaat untuk diriku sendiri dan bukan uuntuk orang lain.
dg begitu,terlihat betapa egoisnya diriku.........
jadi,apa alsanmu untuk berkawan dg  ku,klo aku tak bisa merubah bahagiamu.




kamu punnya hidupmu sendiri,bukan untuk berbagi...........
jangan pernah menyesali itu,karena itulah adanya.

Jumat, 11 September 2009

ingat

  ehm.....saya atur posisi duduk dulu.
siang yg menyenangkan,bertemu dan berbincang dg orang tua yg mgkin sekitar 67 tahunan.
dia seorang mantan pejuang era komunis PKI.
sambil menenteng botol air mineral bekas,yg nampaknya hasil isi ulang air rebusan sendiri.
botolnya kelihatan dekil dan warnanya ga seperti baru.namun sang kakek tidak pernah malu,meski yg ditentengnya sebuah botol bekas.terlihat betapa sederhana penampilan sang kakek,dg bajunya yg lusuh dan warna yg memudar.meskipun dari usia sudah nampak tua,namun semangatnya masih membara.tanpa lelah tiap hari memikul beban keliling perkampungan.beranjak dari kampung satu ke kampung yg lain,dengan tandu bambunya yg akrab menemaninya.

adakah yg tahu,apa profesi kakek ini??
yups,dia seorang pedagang tape.yg biasa keliling kampung,dimana tempatku tinggal.
beberapa hari kuperhatikan kakek ini,dan akhirnya ada kesempatan tuk berbincang dan sekedar ingin tahu kenapa kok masih kerja juga.padahal sudah seharusnya pensiun.dan timbul tanya di benakku,apakah sang kakek tidak punya anak atau sanak famili yg mempedulikanya.
siang itu semua pertanyaanku terjawab sudah,satu persatu pertanyaan yg sering kutanyakan pada diriku sendiri terjawab oleh sang kakek.  
 dialogku:loh kok bawa botol minuman,emang ga puasa ya kek??
sy menanyakan karna kebetulan waktu itu bulan puasa.
kemudian sang kakek menjawab:kakek sudah ga kuat puasa nang(panggilan anak laki2 di kampungku).lah wong keliling kampung kesana-kemari,sudah gitu panas lagi.
aku :iya kek,ga apa2 ga puasa juga.emang usia kakek berapa,kok kelihatan tua sekali??
kakek :kakek sudah ga ingat lagi berapa umur kakek. wong dulu waktu kakek lahir belum ada aturan2 seperti sekarang,yg mengharuskan membikin akta setiap ada kelahiran baru.jadi ya ga di ingat2 kapan kakek lahir.yg kakek ingat ya dulu waktu zamannya PKI.orang2 berlarian menyelamatkan diri,waktu ada rombongan dari kota.
aku :loh emangnya kenapa kek,kok berlari menyelamatkan diri?
kakek :klo kelihatan sama pasukan PKI ya di tembakin,wong orang2 PKI itu punya perikemanusiaan.
aku :oh gitu ya kek....(mengiyakan saja).trus,kenapa kakek masih bekerja,memangnya kakek tidak punya anak atau saudara gitu??(tanyaku ingin tahu lebih jauh).
kakek :kakek punya 2 anak yg tinggal serumah,semuanya sudah berkeluarga.mereka juga hidup miskin seperti kakek,karna dulu kakek tidak mampu menyekolahkannya.jadi mereka ya pada bodoh,dan pekerjaan orang2 bodoh ya hanya buruh tani saja(dg nada sinis,yg mengundang tanya).
aku :apa anak2 tidak pernah melarang kakek bekerja??   
kakek :boro2 melarang,malah klo kakek ga kerja,....menantu kakek pada ngomel2 karna ga ada yg ngasih duit jajan pada cucu2 kakek.
aku :loh klo gitu,hasil kerja kakek bukan hanya untuk kebutuhan kakek sendiri??(tanyaku memastikan).
kakek :klo saya ga kerja tuh kasihan cucu2 kakek,mereka ga bisa jajan.karna orang tua mereka tidak pernah memberi uang jajan seperti orang tua-2 yg lain.menantu kakek dua-duanya galak2,mngkin karna mereka hidup miskin jadi menantu kakek,jadi ya begitu.klo anak2nya nangis pengen minta jajan,bukanya di kasih duit tp di ambilin tongkat untuk memukulnya.(dalam hatiku:sungguh kasihan kakek ini,di ujung usianya masih harus bekerja keras demi kebahagiaan cucu2nya).
aku :tapi kakek masih kuat kan,keliling kampung lagi??wong kakek ga puasa kok.(tanyaku sambil mengajaknya bercanda).
kakek :ya harus kuat dong!!!(jawab sang kakek dg tegas). lah klo kakek ga kuat,emang mau kamu panggulin ini,dagangan kakek??(kakek balik bertanya padaku).
aku :klo saya seh pasti ga kuat kek,kan saya sedang puasa !!(jawabku sambil meledek,dan kembali mengajaknya bercanda).
 sejenak ngorol2 dg kakek itu,hanya salut dan takjub dg jiwa juangnya demi kebahagiaan cucu2nya.
sungguh kasihan,kebaikannya di manfaatkan oleh menantu2 yg seharusnya meringankan beban kakek itu.
doaku,semoga kakek itu mendapatkan kehidupan lebih baik di alam kekalnya.
kakek :sudah sore nang,kakek mau jalan lagi.ini dagangan kakek masih banyak.
aku :oh iya kek,hati2.semoga dagangannya laris manis,jadi duit langsung habis.(sambil bercanda lagi,membiarkan kakek itu berlalu).

 selepas kakek beranjak,saya mengingatkan ada diri saya sendiri.kakek yg tua saja,masih semangat bekerja.kenapa kamu malas2an,cuma masalah cewek kok malas bekerja.
sedikit obrolan yg kembali memberi suntikan motivasi kepada saya,untuk tidak pernah berhenti berusaha dan berkarya.karna hidup ini tidak sampai disini saja.
terima kasih ya ALLAH,kembali mengingatkanku dg kau pertemukan aku pada kakek itu.