Ternyata tak cukup hanya dg sebatas sekadar hanya mimpi.
Segala setadi-nya ada tiada sanggup ku gapai sebelum kini pun t'lah raib sirna dan menghilang.
terhasut bualan angan yg menjaringku dalam jauh kobangan keangkuhan dan kesombongan ke dasar lembah jurang pemisah.
Kian menghilang suara kerumunan d atas sana.......
Tak sadarku semakin dalam terjerembab d lorong pekat kehampaan.
Kemana jalan kutuju..........yg ku dapati hanya benturan yg menahan gerak kakiku.
Tanpa bias cahaya.....
Tanpa kompas penunjuk jalan........
''AKU TERSESAT''ditengah himpitan kebodohanku sendiri.
Kemana harus kucari singgahmu tanpa jalan yg mengantarku kesana.
Dimana aku temu-i keberadaanmu dalam kebuta'an-ku.......
Menjeritpun takkan ada yg mendengarku.......
Menangispun hanya menguras sisa stock cairan tubuh yg smakin kerontang tanpa guyuran titik hujan.
Lemah.........!!!
Lemas....!!
Letih..........!!
Letoy....??????!!!
Lungrah......
Lunglai.................
''SERASA DAGING TAK BER-TULANG''
''TAK UBAHNYA SEORANG AMNESIA''
''PEMIMPI TANPA BERUPAYA''
Lengkap bin komplit,ujianku.
Nyiur ter-ambing di terpa angin mamiri.
Tersekap dalam kebisuan.
Tertindas di istanaku sendiri.
Terkuras bersih daya energi.
Tak kuasa ku me-ngimpi lagi tentang apa yang kan terjadi.
''KU JERA BER-IMPI''
Kamis, 03 Desember 2009
Rabu, 02 Desember 2009
Minggu, 22 November 2009
Tak perlu mewah,cukup lah.
Harapku tak setinggi menara eifel ato puncak dmna lembah kashmir berada.
Pintaku bukanlah pinta yg lebih sampai mewah(hanya pinta yg sdrha).
Bagiku tak lebih indah kemegahan serta kemewahan yg hanya bs kurasa d hdp yg hny sekejap mata dan fana.
karna aku tak butuh mewah,cukup lah.
Jangan pernah memaksaku merangkak d atas titian jurang terjal,karna ku tak setangguh itu.
Jangan pula kau paksa aku untuk membelakangimu dlm berjalan,karna ku bukan pemandu yg baik.
Namun jgn pernah kau merasa,kaki kecilku tak mampu mengantarku menaiki gedung 30 lantai tanpa lift ataupun escalator.karna km akan salah menilaiku sebatas itu,kawan.
Mgkn jg km akan berfikir dg dua lembar uang seribuan,aku hny bs dpt satu batang dji samsoe filter dan dua aqua gelas.meskipun bagimu benar,sangatlah salah bagiku sob.apa yg akan ku lakukan km takkan pernah tahu.apa yg aku fikirkan,itupun ga ada dalam rumus2mu terdahulu.
Hentikan saja sgala upayamu untuk lebih tahu dariku.ya perlu kamu ingat hanyalah:Tak butuh mewah,cukup lah.
Hanya itu lah aku,hanya dg begitu aku bs merasakan hidupku sendiri.
Karna hidupku bukanlah hidup yg abadi,so jangan kau paksa aku berlebih.
Diposkan oleh allaboutme di 11/22/2009 11:28:00 AM 0
Pintaku bukanlah pinta yg lebih sampai mewah(hanya pinta yg sdrha).
Bagiku tak lebih indah kemegahan serta kemewahan yg hanya bs kurasa d hdp yg hny sekejap mata dan fana.
karna aku tak butuh mewah,cukup lah.
Jangan pernah memaksaku merangkak d atas titian jurang terjal,karna ku tak setangguh itu.
Jangan pula kau paksa aku untuk membelakangimu dlm berjalan,karna ku bukan pemandu yg baik.
Namun jgn pernah kau merasa,kaki kecilku tak mampu mengantarku menaiki gedung 30 lantai tanpa lift ataupun escalator.karna km akan salah menilaiku sebatas itu,kawan.
Mgkn jg km akan berfikir dg dua lembar uang seribuan,aku hny bs dpt satu batang dji samsoe filter dan dua aqua gelas.meskipun bagimu benar,sangatlah salah bagiku sob.apa yg akan ku lakukan km takkan pernah tahu.apa yg aku fikirkan,itupun ga ada dalam rumus2mu terdahulu.
Hentikan saja sgala upayamu untuk lebih tahu dariku.ya perlu kamu ingat hanyalah:Tak butuh mewah,cukup lah.
Hanya itu lah aku,hanya dg begitu aku bs merasakan hidupku sendiri.
Karna hidupku bukanlah hidup yg abadi,so jangan kau paksa aku berlebih.
Selasa, 01 Desember 2009
Serah....
Diam......
Berhentilah merengek,......
Tak ingin ku terarak mendengarnya....
D pagi bekumu kian petang tak jua usai sedu-sedan mu......
Malam bergemintang rasa pekat,oleh suara bising d sela ratapmu.......
Sudahlah.....
Ringkas segala kesah itu.........
Akhiri rintih tak berarti-mu..
Dulu kau idamkan kini musnah padam.
Dulu kau banggakan sekarang t'lah menghilang.
Hanya tinggal bekas segores sePerginya tanpamu...
Apa....
Apa hendak kau arti-kah isak-tangis,keluh-kesah,sedu-sedan,duka-lara,.....dan apalah itu yg berisik d telingaku......
Apa-nya,.....
Apa-nya yg memaksamu bersedih,berduka,ber-air mata,bermuram durja,....dan apa pun itu yg semakin membuatku Muak melihat wajah bersihmu yg semrawut + acak-kadut,carut-marut tak keruan jadinya.......
Diam.....
Diamlah...
Diam saja....
Diamkan d keheningan,peka-kan rasamu berhening rela...
Heningkan malam-mu berlarut lalu....
Larutkan dukamu d terpa waktu........
Duka-kan dirimu yg tak ubah meratap.....
Ratapi alangkah esokmu lebih ber-arti........
Reda....
Guyuran air matamu tak lagi menetesi pipi...
Jernih.....
Suara angin begitu jelas terdengar.
Damai....
Selalu berhening.....
Tentram....
Tanpa suara yg menggelitik gendang telinga......
Rela....
Kuserahkan heningku untuk tangis yg kau sudahi.........
Biar.....
Hukum-Nya yg mengadili......,
Serah.....
Jiwamu yg berkalung gundah....
Ikhlas.....
Bukanlah satupun dari semua itu milikmu.
Berhentilah merengek,......
Tak ingin ku terarak mendengarnya....
D pagi bekumu kian petang tak jua usai sedu-sedan mu......
Malam bergemintang rasa pekat,oleh suara bising d sela ratapmu.......
Sudahlah.....
Ringkas segala kesah itu.........
Akhiri rintih tak berarti-mu..
Dulu kau idamkan kini musnah padam.
Dulu kau banggakan sekarang t'lah menghilang.
Hanya tinggal bekas segores sePerginya tanpamu...
Apa....
Apa hendak kau arti-kah isak-tangis,keluh-kesah,sedu-sedan,duka-lara,.....dan apalah itu yg berisik d telingaku......
Apa-nya,.....
Apa-nya yg memaksamu bersedih,berduka,ber-air mata,bermuram durja,....dan apa pun itu yg semakin membuatku Muak melihat wajah bersihmu yg semrawut + acak-kadut,carut-marut tak keruan jadinya.......
Diam.....
Diamlah...
Diam saja....
Diamkan d keheningan,peka-kan rasamu berhening rela...
Heningkan malam-mu berlarut lalu....
Larutkan dukamu d terpa waktu........
Duka-kan dirimu yg tak ubah meratap.....
Ratapi alangkah esokmu lebih ber-arti........
Reda....
Guyuran air matamu tak lagi menetesi pipi...
Jernih.....
Suara angin begitu jelas terdengar.
Damai....
Selalu berhening.....
Tentram....
Tanpa suara yg menggelitik gendang telinga......
Rela....
Kuserahkan heningku untuk tangis yg kau sudahi.........
Biar.....
Hukum-Nya yg mengadili......,
Serah.....
Jiwamu yg berkalung gundah....
Ikhlas.....
Bukanlah satupun dari semua itu milikmu.
Langganan:
Postingan (Atom)
