Ada apa disana,
Sesuatukah sedang terjadi....
Kabar tak lagi kudapat,
Cemas hati kian merapat.
Adakah ini rindu untuknya,
Atau perasaan lain yang kucerna.
Sahabat......
Apa kabarmu disana,
Semalamku habis hanya bertanya.
Emailku tak terjawab,
Sampai nanti-ku semakin lembab.
Entah berapa lama kuterpatri menanti,
Tanpamu waktuku sunyi sepi.
Jutaan detikku telah kikis menunggu,
Kenangkan dulu kala denganmu.
Salahkah jika kupertaruhkan rinduku,
untuk melihat kembalimu bersamaku.
Sahabat,....
Kau ajarkanku kangen ini,
Kau beri aku rasa ini,
Dengan apa kubalas jasamu,
Sedang rasaku telah jauh kau tinggalkan.
Sadarku tak pernah ada,di seberang sana kau ukir harapku.
Rabu, 23 Desember 2009
Sabtu, 19 Desember 2009
Lebih??..cukup pun tak
Rengek manjamu kudengar lagi....
Setelah serapahmu tertutur.....
Selalu kurang,... lebih??,...cukup pun tak....
Sudahi segala lebih awal sebelum akhir kan datang....
Terbaik dan terindah pasive-ku yg bertahan.....
Tanpamu,....
rengekan....
Panik..
Serta merta bersalah tak penuhimu.......
Tak lagi kupaksakan tangan terus mengepal,(geram...!!!)
Enggan mengulang meski kau tawarkan...
Cukup kau bayang jangan membayang..!!
Sudah kau menang usah di ulang...!!
Lepas pulangku tanpa dendam.
Sampai ketemu di kehidupan yang kan datang...
Jakarta,19/12/09
Setelah serapahmu tertutur.....
Selalu kurang,... lebih??,...cukup pun tak....
Sudahi segala lebih awal sebelum akhir kan datang....
Terbaik dan terindah pasive-ku yg bertahan.....
Tanpamu,....
rengekan....
Panik..
Serta merta bersalah tak penuhimu.......
Tak lagi kupaksakan tangan terus mengepal,(geram...!!!)
Enggan mengulang meski kau tawarkan...
Cukup kau bayang jangan membayang..!!
Sudah kau menang usah di ulang...!!
Lepas pulangku tanpa dendam.
Sampai ketemu di kehidupan yang kan datang...
Jakarta,19/12/09
Rabu, 16 Desember 2009
Bugil tak bertabir
Sepagi ini kuterjaga...
Berkawan teduh terkesiap....
Rindu indah se-kisah dulu.
Kau hias senyumku...
Dengan mungil canda manis,riang.....
Sentuhan hangat jemari lembut menggoda....
Membayang di tengah lapang alam sadarku..
Lentik matamu genit telanjangi rasaku yang polos bugil tak bertabir...
''Jelas..!!! kau lihat erat jiwaku mendekap rindu-rindumu''
NAMUN,... Tiada jera ragamu membayang,porak-porandakan ramaiku.....
Perih....!!!
Hanya berkawan lamunan.
Sakit...!!!
Jika hanya mimpi yang membayang.
Kau bagikan padaku hanya semu jutaan rindu....
Tanpa kau biarkan ragaku menggapai nyatamu.
Aku tak mengutuk...!!
Aku tak mengumpat.....!!!
Aku kecewa,....melihatmu berlalu dariku.
Hingga delapan persepuluh jiwaku tlah membeku oleh rindu-rindumu.....
Hanya tersisa dua persepuluh jiwaku raib kau rampas.
Tak cukupkah dg kesemua itu....??
Biarlah sisa yang sedikit ini ku peruntukan yg lain...
Yg lebih bisa menerimanya.
Sekalipun takkan kuberpohon untukmu kembali.....
Tak...dan...tak.
Berkawan teduh terkesiap....
Rindu indah se-kisah dulu.
Kau hias senyumku...
Dengan mungil canda manis,riang.....
Sentuhan hangat jemari lembut menggoda....
Membayang di tengah lapang alam sadarku..
Lentik matamu genit telanjangi rasaku yang polos bugil tak bertabir...
''Jelas..!!! kau lihat erat jiwaku mendekap rindu-rindumu''
NAMUN,... Tiada jera ragamu membayang,porak-porandakan ramaiku.....
Perih....!!!
Hanya berkawan lamunan.
Sakit...!!!
Jika hanya mimpi yang membayang.
Kau bagikan padaku hanya semu jutaan rindu....
Tanpa kau biarkan ragaku menggapai nyatamu.
Aku tak mengutuk...!!
Aku tak mengumpat.....!!!
Aku kecewa,....melihatmu berlalu dariku.
Hingga delapan persepuluh jiwaku tlah membeku oleh rindu-rindumu.....
Hanya tersisa dua persepuluh jiwaku raib kau rampas.
Tak cukupkah dg kesemua itu....??
Biarlah sisa yang sedikit ini ku peruntukan yg lain...
Yg lebih bisa menerimanya.
Sekalipun takkan kuberpohon untukmu kembali.....
Tak...dan...tak.
Langganan:
Postingan (Atom)
